Seputar Pertanian
BERANDA  KEBIJAKAN DAN PERATURAN      ARTIKEL    DATA DAN FAKTA    TENTANG SITUS INI 

15 Juni 2017

WONOSOBO, suaramerdeka.com – Sejumlah petani yang tergabung dalam Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Selomerto, Wonosobo mengharapkan agar jam kerja Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) semakin ditingkatkan.

Pasalnya, anggota kelompok tani maupun KTNA biasanya melakukan kegiatan pertemuan pada malam hari, padahal PPL biasanya bertugas pada siang hari, sehingga pertemuan kelompok tani kerap tidak dihadiri PPL.

Anggota KTNA Kecamatan Selomerto, Sukoharjono menyebutkan, peran PPL dalam memberikan motivasi maupun pendampingan terhadap petani sangat diharapkan. Apalagi, mayoritas petani sekarang ini usianya sudah tua, sehingga butuh pendampingan ekstra dalam penerapan teknologi pertanian yang dibutuhkan.

“Kendala kami, hampir mayoritas petani sudah tua. Ditambah, kami kerap menemui kendala, saat pertemuan tidak dihadiri teman-teman PPL,” ujarnya.

Kondisi tersebut dikarenakan jam kerja para PPL saat bertugas adalah siang hari, sedangkan para petani memiliki waktu luang pada malam hari. “Jika kami memiliki waktu luang malam hari, sedangkan jam tugas PPL siang hari, tentu sampai kapanpun tidak ketemu. Kami berharap, jam tugas temen-temen PPL dimaksimalkan hingga malam hari, sehingga ketika petani mengadakan pertemuan PPL bisa datang,” harap dia.

Tak hanya itu, pihaknya mengharapkan agar Pemeritah Kabupaten Wonosobo memberikan pelatihan khusus kepada para perangkat desa agar memiliki pengetahuan mengenai dunia pertanian.

Karena, diakui masih banyak perangkat yang acuh saat para petani mengeluhkan persoalan terkait pertanian yang tengah dihadapi. “Banyak perangkat yang tidak tahu, malah kadang tidak mau tahu terkait persoalan pertanian,” terang dia.

Dengan memberikan pelatihan khusus, kata dia, semoga kedepan mereka memiliki pandangan yang sama dengan para PPL, dalam rangka memberikan motivasi dan edukasi kepada para petani.

“Kami mengakui, untuk memberikan motivasi maupun meningkatkan pemahaman kepada petani yang mayoritas usianya tua, terkait teknologi pertanian sangat sulit. Karena tidak semua petani mampu menangkap informasi secara cepat, sehingga butuh pendampingan terus menerus,” beber dia.

Senada, anggota kelompok tani lain, Sugeng mengharapkan Pemerintah Kabupaten Wonosobo bisa memfasilitasi pembuatan kantor atau sekretariat bagi KTNA maupun kelompok tani. Karena, keberadaan sekretariat sangat diharapkan agar lebih memudahkan pengurus kelompok dalam menjalin komunikasi kepada para petani.

“Kami kerap terkendala tempat melakukan pertemuan, karena belum memiliki kantor sendiri,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagyo meminta peran PPL di seluruh Kabupaten Wonosobo bisa terus dimaksimalkan. Karena, peran PPL sangat dibutuhkan sekali bagi para petani, guna memotivasi maupun mendampingi petani dalam hal peningkatan pemahaman teknologi pertanian.

“Sebagai abdi negara, saya harapkan kapanpun diminta menghadiri pertemuan warga atau petani, kita harus datang. Saya juga siap datang jika tidak sedang ada kepentingan,” aku dia.

 

(M Abdul Rohman/CN39/SM Network)

Petani Berharap Jam Kerja PPL Ditingkatkan