Seputar Pertanian
BERANDA  KEBIJAKAN DAN PERATURAN      ARTIKEL    DATA DAN FAKTA    TENTANG SITUS INI 

Anggaran Rehabilitasi Sarana Pertanian Turun Jadi Rp117,21 Miliar

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) lewat Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) terus memperbaiki sarana perairan guna meningkatkan produksi pertanian. Tahun ini alokasi anggaran untuk melakukan perbaikan atau rehabilitasi sarana perairan disiapkan dana sekira Rp117,21 miliar.

Dirjen PSP Kementan Pending Dadih mengatakan, meski Indonesia berada di daerah tropis dengan curah hujan tinggi, namun banyak area yang belum tersentuh jaringan irigasi atau karena jaringan irigasinya rusak, padahal lokasinya dekat dengan sumber air. Akibatnya, tanaman padi sawah tidak cukup suplai air, sehingga hanya mampu mencapai panen 1x setahun dengan Indeks Pertanaman 1,00.

"Kita memiliki 4,8 juta hektar (ha) sawah dengan irigasi teknis, di mana 46% saluran irigasi atau sekitar 2,2 juta ha mengalami kerusakan dari tingkat ringan, sedang sekitar dan rusak berat," jelasnya dalam keterangan tertulis Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (24/5/2017).

Adapun anggaran untuk program rehabilitasi jaringan tersier sebesar Rp446,81 miliar pada 2014, dan pada tahun 2015 naik menjadi Rp2,69 triliun sementara pada 2016 sebesar Rp726,80 miliar. "Dengan peningkatan Indeks Pertanaman, maka peningkatan produksi padi per tahun bisa meningkat sampai 50%," jelas dia.

Dirinya menambahkan, irigasi adalah usaha penyediaan, pengaturan, dan pembuangan air irigasi untuk menunjang pertanian yang jenisnya meliputi irigasi permukaan, irigasi air bawah tanah, irigasi pompa, dan irigasi tambak.

"Tanpa air, pertanian tidak akan berjalan baik dan tidak akan memberi hasil optimal. Air mutlak bagi petani padi. Air menjadi kebutuhan mutlak bila ingin meningkatkan produksi padi dan mencapai swasembada beras," tandasnya.

Sumber: Okezone.com

 

Rabu, 24 Mei 2017