BERANDA  KEBIJAKAN DAN PERATURAN      ARTIKEL    DATA DAN FAKTA    TENTANG SITUS INI 
 Seputar Pertanian
Sabtu , 08 Juli 2017
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pertanian mengatakan anggaran hingga dua kali lipat untuk mengembangkan Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP). Penambahan anggaran dilakukan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2017.
"Kan dulunya Rp 3 miliar, kami naikkan Rp 6 miliar," ujar Menteri Pertanian Amran Sulaiman usai menggelar rapat koordinasi dengan para akademisi STPP di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (7/7).
Akademisi dan mahasiswa STPP diakui Amran bisa membawa perubahan besar terhadap dunia pertanian, terutama dengan adanya ide baru dan penemuan-penemuan baru. "Itu yang bisa membawa perubahan di sektor pertanian, yang bisa membawa swasembada," ujarnya.
Namun, menurutnya, STPP harus mengembangkan potensi pertanian sesuai dengan wilayahnya atau zonasi. Hal tersebut dilakukan agar hasil atau ide para mahasiswa dan peneliti dapat dimanfaatkan di daerah.
Untuk itu, kualitas seluruh dosen dan mahasiswa STPP harus ditingkatkan agar bisa bersaing baik secara nasional maupun internasional. Kementan membawahi sembilan STPP yakni STPP Medan (Sumatera Utara), STPP Bogor (Jawa Barat), STPP Magelang (Jawa Tengah), STPP Malang (Jawa Timur) dan STPP Gowa (Sulawes Selatan). Dalam kesempatan tersebut Amran menegaskan, ide dan penemuan-penemuan baru akan mampu membuat pertanian tanah air mandiri. Contohnya, upaya penghentian impor alat dan mesin pertanian (alsintan).
Ia mengaku telah menyampaikan kepada seluruh jajarannya di Kementerian untuk membuat alsintan. Saat ini, Indonesia telah membuat sendiri alat panen atau combine harvester dan alat tanam padi atau rice transplanter. Ke depannya, ia berharap sumber daya manusia (SDM) tanah air mampu membuat sendiri alat panen jagung dan alat tanam jagung.
Untuk mewujudkan hal tersebut, ia mengungkapkan, Kementan akan bersinergi dengan perguruan tinggi yang ada seperti IPB, UGM, Unpad, Universitas Andalas, dan Unhas. "Kita libatkan semua. Kita harus bekerja sekarang," ujar dia.
Kementan Tambah Anggaran Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian