BERANDA  KEBIJAKAN DAN PERATURAN      ARTIKEL    DATA DAN FAKTA    TENTANG SITUS INI 
 Seputar Pertanian
Minggu, 23 Juli 2017 Reporter : Henny Rachma Sari
Merdeka.com - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Khusus Bareskrim Polri menggerebek gudang beras milik PT Indo Beras Unggul (PT IBU) di Bekasi. Diketahui PT IBU merupakan produsen beras merek Maknyuss dan Cap Ayam Jago.
Karopenmas DivHumas Mabes Polri Brigjen Rikwanto menjelaskan awal mula temuan penyidik hingga akhirnya menggerebek gudang beras PT IBU.
"Varietas padi IR64, Ciherang, dan Impari merupakan varietas yang sekelas (setara), hanya namanya yang berbeda," ujar Rikwanto dalam pesan singkat, Minggu (23/7).
Kemudian, lanjutnya, subsidi yang dimaksud adalah subsidi pupuk, alsintan, benih dan lain-lain yang digunakan oleh petani untuk menghasilkan beras yg berasal dari varietas IR64 atau yang setara (impari dan ciherang).
"Beras tersebut dibeli oleh PT. IBU dengan harga Rp. 7.000, selanjutnya dipoles kemudian dijual dengan harga Rp. 20.400 (200 persen dari harga pembelian)."
Rikwanto menambahkan, padahal beras jenis premium maupun medium sebenarnya berasal dari ciherang dan impari, yang sekelas dengan IR64 yang kandungan karbohidratnya tidak akan berubah setelah dilakukan proses pemolesan.
"Akibatnya negara dirugikan oleh karena produsen maupun konsumennya merupakan rakyat Indonesia, serta akan berdampak pada inflasi. Kemudian keuntungan ratusan triliun yang dimaksud adalah keuntungan yang dinikmati oleh seluruh middle man untuk sembilan bahan pokok, bukan keuntungan PT IBU saja," pungkasnya.
Sebelumnya, penggerebekan digelar Kamis (20/7) sekitar pukul 15.30 Wib, di Jalan Rengas Km 60 Karangsambung, Kedungwaringan, Bekasi, Jawa Barat.
"Gudang tersebut berkapasitas bisa 2000 ton. Yang ada di gudang hampir 1.100 ton. Sedang kita pilah mana yang melanggar UU Pangan dan UU Perlindungan Konsumen," terang Rikwanto. [rhm]
Penjelasan Mabes Polri Soal Penggerebekan Gudang Beras Maknyuss